Belajar Dari Cucian Piring
Momen Ramadan kemarin mengingatkanku pada satu hal memorable di masa muda. Ciye… Selama bertahun-tahun, di RW rumah orangtuaku selalu ada giliran menyediakan takjil. Sifatnya tidak wajib. Siapa yang berkenan, bisa mendaftar lalu dibuatkan jadwal. Takjil ini disediakan di mushalla RW, menjadi menu berbuka untuk anak-anak, remaja, hingga orang dewasa yang datang sekaligus menunaikan salat magrib berjamaah. Dan entah bagaimana ceritanya, sejak dulu hingga sekarang, rumah orangtuaku selalu menjadi tempat pengumpulan takjil sebelum dibawa ke mushalla. Dari situlah cerita kecil ini dimulai. Setiap hari, ada nampan-nampan bekas wadah takjil yang harus dicuci. Aku mengambil peran mencucinya setiap selepas salat subuh. saat mulai rutin melakukannya, usiaku remaja menuju dewasa, SMA hingga awal masa kuliah kira-kira. Usia di mana aku lebih memilih berinisiatif melakukan sesuatu daripada disuruh. Ya, seperti itulah pola pikir anak remaja pada umumnya Masalahnya, aku sebenarnya sangat m...