Dari "Aku" Untuk Siapapun yang Mau Membaca
Jika ditanya, mengapa aku selalu menulis tentang “aku”? Mengapa tidak menulis secara umum, sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan tanpa perlu mendengar ceritaku? Jawabannya karena aku hanya benar-benar mengenal diriku sendiri. Aku sering memikirkan kejadian yang kualami seharian. Mengintrospeksi dan menilai sikapku. Dari situ aku belajar memahami tingkah lakuku, hal-hal yang secara alamiah kusukai, dan sebaliknya. Ketika menulis secara umum, aku perlu membuat banyak pernyataan besar tentang orang lain. Aku juga perlu berusaha memahami sudut pandang orang lain, problem, dan situasi yang tidak selalu bisa kubayangkan. Tapi saat menulis tentang diriku sendiri, latar ceritanya nyata, based on my own experience, ceunah! Karena itu, aku merasa cerita yang kuhadirkan dari pengalaman pribadi terasa lebih mengalir. Lebih hidup karena lahir dari kejujuran. Bukan sekadar teori atau bayangan, tapi perasaan yang benar-benar pernah dirasakan. Aku juga merasa, membuka tulisan dengan ceritaku sendir...