Penulis Palsu
Akhir-akhir ini, karena harus memenuhi target menulisku, aku banyak merenungkan pekerjaanku sebagai seorang penulis “konten” reflektif. Seperti yang pembaca tahu, aku sering berbagi cerita harian yang kukemas dengan hasil-hasil pemikiranku, yang aku tahu, kadang masih sangat mentah dan belum tentu sepenuhnya valid. Pada asalnya, aku memang seorang pemikir. Di sela pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga, saat menyusui bayi, atau bahkan ketika hanya berdiam, pikiranku terus bergerak. Ada saja yang melintas, diproses, dan dipertanyakan. Dari sanalah tulisan-tulisan itu lahir. Sebagian kupilah, kugodok melalui bacaan, kajian yang kusimak, diskusi dengan suami, teman, anak, atau bahkan AI, baru setelahnya kutuangkan dalam tulisan. Namun kadang, ketika menulis tentang parenting khususnya, aku sadar bahwa aku tidak sebaik itu. Kadang sikapku justru melenceng jauh dari apa yang kutulis. Tulisanku adalah versi ideal yang kuinginkan, namun bukan aku. Rasanya seperti sedang berjalan di jal...