Belajar Dari Blind Box
Lebaran kemarin, Jihan mendapatkan hadiah blind box dari sepupunya. Sebagai anak perempuan yang beranjak remaja, benda ini tentu terasa menarik dan seru untuk dicoba. Apalagi isinya berupa gantungan kunci boneka yang lucu dan menggemaskan. Jihan sempat bertanya apakah ia boleh membukanya. Hal ini karena sebelumnya aku pernah membahas hukum membeli blind box bersama anak-anak. Namun karena blind box ini adalah hadiah, bukan hasil membeli sendiri, aku membolehkan Jihan untuk membukanya. Ia tampak sangat sumringah karena ini adalah pengalaman pertamanya membuka blind box yang selama ini hanya ia lihat di video YouTube. Sebagai orang tua, aku merasa penting untuk mempelajari fikih muamalah, khususnya dalam konteks jual-beli kontemporer. Di era digital ini, banyak bentuk transaksi non-syar’i yang dikemas dengan sangat menarik. Tentu kita ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kritis dan memahami batasan halal-haram dalam urusan harta. Dalam praktik blind box, misalnya, terdapat uns...