Perjalanan Panjang Bag.12
Tanggal 18-25 Desember, adik iparku datang ke rumah. Ia berjaga-jaga jika aku melahirkan di rentang waktu tersebut. Lalu pada tanggal 25-29 Desember, keluargaku dari Semarang datang. Mereka sekalian mengantar adikku pulang setelah liburan. Sejujurnya, aku merasa lega. Aku bukan tipe orang yang mudah meminta tolong. Makanya sejak awal aku mempersiapkan segalanya, agar jika pun minta bantuan, aku tidak terlalu membebani. Tapi alhamdulilah bantuan datang tanpa kuminta. Orangtuaku bahkan membawa bahan masakan dari Semarang, memasakkan masakan enak untukku berhari-hari, dan mengajak anak-anakku berlibur. Aku jadi bisa beristirahat sejenak dan berfokus pada olahraga untuk memancing kontraksi. Skenario meninggalkan anak-anak di rumah tanpa pengawasan akhirnya tidak perlu lagi kukhawatirkan. Di masa liburan--saat pesantren sedang sepi-sepinya-- alhamdulilah ada keluarga yang siap berjaga. Tentu saja, aku berharap bayiku lahir di hari-hari itu. Namun Allah memilihkan waktu yang lain, dan p...