Perjalanan Panjang Bag. 14
Sambil menunggu suamiku mengangkut koper dan kebutuhan melahirkan ke mobil, aku bersiap-siap memakai baju, kerudung, dan kaos kaki. Saat itu pukul sembilan lewat, entah kenapa kontraksi tiba-tiba berhenti. Aku menunggu selama setengah jam, tetapi masih belum ada susulan. Aku meminta suamiku mematikan mesin mobil dan menyuruhnya tidur terlebih dahulu agar nanti siap begadang. Anak-anak juga kuminta untuk tidur. Aku memberi tahu mereka aku mungkin akan segera melahirkan. Jadi jika nanti pagi aku tidak ada di rumah, kami akan berkomunikasi lewat ponsel. Mungkin agak siang sedikit, tante mereka--adik kandungku--akan datang ke rumah. Anak-anak memasang alarm pukul lima pagi agar bisa bangun untuk salat Subuh. Anak-anak sempat bertanya apakah mereka harus masuk sekolah besok. Aku menjawab lebih baik tidak, agar mereka tidak keteteran. Tapi malam itu Umar dan Romi justru bilang ingin tetap sekolah. Its ok. Seragam sekolah sudah kusiapkan, dan mereka juga berangkat dengan berjalan kaki. Jadi k...