Puisi: Gadis Pemimpi Surga
Pernahkah kau mendengar
Kisah seorang anak yang memimpikan surga?
Kisah seorang anak yang memimpikan surga?
Seorang anak bangun dari tidur kemudian berkata,
"Aku melihat dalam tidurku
Seorang wanita
Jelita berkacamata
Rambutnya lurus sebatas pundak
Hitam warnanya."
"Aku melihat dalam tidurku
Seorang wanita
Jelita berkacamata
Rambutnya lurus sebatas pundak
Hitam warnanya."
"Ia memandang lurus ke depan
Tak menoleh dan berkata
Seolah aku tak ada
Tak menoleh dan berkata
Seolah aku tak ada
Sementara aku
Berdiri di sebelah pipinya."
Berdiri di sebelah pipinya."
"Ia dekat, begitu dekat
Kilau emas entah dari mana
Menghias wajahnya".
Kilau emas entah dari mana
Menghias wajahnya".
"Bisa jadi ruang itu luas
Namun aku tak melihat seluruhnya
Yang kuingat hanya warna keemasan
Namun aku tak melihat seluruhnya
Yang kuingat hanya warna keemasan
Entah berasal dari sinar mentari
Atau cahaya ribuan lilin
Yang kurasa hanya
Hening dan damai".
Hening dan damai".
Orang-orang berkata,
"Itu ibumu,
Yang mendahuluimu pergi ke tempat yang jauh".
"Itu ibumu,
Yang mendahuluimu pergi ke tempat yang jauh".
"Ia tak ada di sini
Hanya pusara rata yang dapat kau lihat kini
Ia jauh, namun telah bahagia
Melihatmu tumbuh sebagai gadis cilik manja".
Hanya pusara rata yang dapat kau lihat kini
Ia jauh, namun telah bahagia
Melihatmu tumbuh sebagai gadis cilik manja".
Anak itu pun berkata,
"Oh, Tuhan, ternyata aku pernah memimpikan surga"
"Oh, Tuhan, ternyata aku pernah memimpikan surga"
0 Response to "Puisi: Gadis Pemimpi Surga"
Post a Comment