Review: All Creatures Great and Small by James Herriot

Judul: All Creatures Great and Small

Judul terjemahan: Segala Makhluk Besar dan Kecil

Pengarang: James Herriot

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Bahasa: Indonesia (terjemahan)

Genre: Memoar / Fiksi autobiografis


Pertama kali membaca nama James Herriot adalah saat aku membaca buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Bahasa Andrea dalam buku-bukunya begitu indah dan memesona. Aku seperti tersedot ke dalam lembaran kertas, terhipnotis oleh diksi dan narasi yang diciptakannya. Mendengar nama Herriot sebagai penulis yang menginspirasinya, aku jadi mengira-ngira, pasti sang inspirator punya bahasa tulisan yang sama romantisnya. Apalagi saat membaca buku Edensor karya Andrea, rasa penasaranku pada buku-buku Herriot semakin besar.

Saat aku telah memiliki dua anak, barulah aku benar-benar punya waktu untuk membaca buku Herriot. Dan sesuai ekspektasiku, ia memang mampu membawaku berpindah dari padatnya kesibukan sehari-hari ke dunia lain yang begitu tenang dan indah.

Aku sendiri bukan pecinta hewan, cenderung penakut. Namun melalui cara Herriot berinteraksi dengan hewan besar maupun kecil, aku seperti didekatkan perlahan pada dunia yang selama ini terasa asing. Ia membuatku memandang hewan bukan sebagai makhluk yang menakutkan, melainkan sebagai makhluk hidup yang memiliki sisi lembut dan membutuhkan pertolongan.

Salah satu kisah yang paling membekas bagiku muncul sejak bagian awal buku. Herriot digambarkan sebagai seorang dokter hewan muda yang baru saja lulus dan mendapatkan penugasan pertamanya. Di tengah malam yang dingin dan gelap, ia harus membantu proses kelahiran seekor sapi di sebuah kandang sederhana, dengan kondisi yang jauh dari nyaman. Ketegangan, rasa ragu, dan tanggung jawab besar sebagai dokter pemula terasa begitu nyata, seolah pembaca diajak ikut berdiri di sana, mencium aroma jerami basah dan kandang, serta menahan napas menanti kehidupan baru lahir dengan selamat.

Selama ini, dalam bayanganku, dokter hewan identik dengan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing. Melalui buku ini, aku baru menyadari bahwa pada masa itu, hewan-hewan besar seperti sapi dan kuda pun menjadi tanggung jawab seorang dokter hewan.

Hal lain yang sangat kusukai dari Herriot adalah caranya menceritakan kehidupan sehari-harinya. Tulisannya sering kali diselipi humor ringan dan komedi yang hangat, namun tetap menyampaikan fakta-fakta ilmiah serta gambaran dunia kedokteran hewan pada masanya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh orang awam.

Aku sendiri pernah memiliki cita-cita menjadi dokter. Karena itu, ada ketertarikan tersendiri saat membaca kisah-kisah Herriot. Hal-hal yang ia ceritakan terasa bersinggungan dengan impian masa kecilku, membuat buku ini semakin personal dan bermakna.

Tulisan Herriot membuatku merasa begitu mengenalnya. Ia begitu jujur dan manusiawi. Meski latar waktu dan tempat dalam bukunya terasa jauh dariku, aku tetap bisa menerimanya. Membayangkan bersihnya udara Yorkshire, perbukitan hijau yang dipenuhi rumput, serta rumah dan peternakan dari batu dan kayu. Rasanya seperti membaca The Lord of the Rings versi dunia nyata dan modern.

Buku ini sangat cocok dibaca oleh siapa pun yang membutuhkan bacaan ringan namun penuh makna, terutama bagi mereka yang sedang jenuh dan membutuhkan jeda sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar]

35 Quotes About Love dan Artinya