Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Nomor Satu-ku

Gambar
Dari gadis - menikah - menjadi ibu, bagiku merupakan perubahan identitas yang mendadak. Seperti lonjakan level yang tiba-tiba. Begitu cepat sampai aku nyaris tak menyadarinya. Aku dulu yang hanya peduli pada diriku, titik. All the time, my self is my priority. Bahkan akun Instagram-ku bernama @justnimitta . Aku hanya memikirkan project, target, dan keinginanku hari ini dan esok. Kini berubah menjadi "apa yang suami dan anak-anakku...  hari ini dan esok". Aku yang dahulu tak pernah memikirkan akan hidup dan bersinergi dengan seorang pria, kini menikah. Menjadi teman diskusi, cerita, yang bahkan memberiku uang dengan sukarela, namun sangat kuhormati. Lucu juga ya jika dipikir-pikir, sahabat yang tadinya orang asing, namun kini begitu terikat. Sekarang selain dipanggil dengan namaku, aku juga dipanggil sebagai “istri”-nya suamiku. Aku yang dulu dipanggil hanya dengan namaku, kini ada tambahan “mamanya” anak-anakku. Ajaib, bukan? Sebelumnya bahkan tak pernah terlintas bahwa namak...

10 Pelajaran Tauhid dari Juz 30

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang mendengar orang lain membaca Qul huwallahu ahad berulang-ulang. Ketika pagi hari, ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan menyebutkan hal itu, seakan-akan ia menganggap surat tersebut kecil (kurang istimewa). Maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh surat itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari-Muslim) Berangkat dari hadis ini, para ulama menjelaskan bahwa kandungan Al-Qur’an secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar: tauhid , ahkam (hukum syariat) , dan kisah untuk diambil pelajaran . Pembagian ini bukan pembagian berdasarkan surat dan juz, melainkan pembagian berdasarkan tema besar yang mencakup keseluruhan isi Al-Qur’an. Dalam surat Al-Ikhlas sendiri, seluruh kandungannya berkenaan dengan tauhid: pengesaan Allah dan penetapan keagungan serta ketunggalan Dzat-Nya. Jika tauhid merupakan sepertiga kandungan Al-Qur’an, maka mempelajari tauhid berarti sedang ...

Romansa Buku

Gambar
Bagiku, buku itu punya romansa. Membawa kisah panjang. Kadang indah, kadang menyakitkan.  Aku pernah bertemu dengan sebuah buku saat dikenalkan teman. Saat mendengarnya begitu jatuh cinta pada sebuah buku, caranya bercerita membuatku penasaran dan ingin membacanya juga.  Kadang sebuah buku lewat di linimasa media sosial. Seseorang yang tak kukenal membahasanya. Entah memuji, mengkritik, kadang bercerita dengan penuh cinta. Kadang aku memandang buku murni dari sampulnya. Sangat memandang fisik. Sebuah buku bisa terlihat sangat menawan di tengah jajaran buku lainnya. Judul, warna, atau desainnya membuatku tertarik dan ingin mengenalnya lebih jauh.  Ada juga pertemuan yang tak terduga. Melihat orang membacanya di transportasi umum, tergeletak di meja rekan, atau di tumpukan buku lusuh yang akan diloakkan. Rasanya seperti kisah klasik dua mata yang beradu pandang tak sengaja di jalan.  Saat membaca, aku bisa merasa tertampar. Buku bisa sangat keras menegur dan menghakimi...