10 Pelajaran Tauhid dari Juz 30

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa seseorang mendengar orang lain membaca Qul huwallahu ahad berulang-ulang. Ketika pagi hari, ia datang kepada Rasulullah ﷺ dan menyebutkan hal itu, seakan-akan ia menganggap surat tersebut kecil (kurang istimewa). Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh surat itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.”
(HR. Bukhari-Muslim)

Berangkat dari hadis ini, para ulama menjelaskan bahwa kandungan Al-Qur’an secara umum terbagi menjadi tiga bagian besar: tauhid, ahkam (hukum syariat), dan kisah untuk diambil pelajaran.

Pembagian ini bukan pembagian berdasarkan surat dan juz, melainkan pembagian berdasarkan tema besar yang mencakup keseluruhan isi Al-Qur’an.

Dalam surat Al-Ikhlas sendiri, seluruh kandungannya berkenaan dengan tauhid: pengesaan Allah dan penetapan keagungan serta ketunggalan Dzat-Nya.

Jika tauhid merupakan sepertiga kandungan Al-Qur’an, maka mempelajari tauhid berarti sedang menyentuh fondasi ajaran Islam itu sendiri. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana nilai-nilai tauhid tersebar dalam surat-surat yang sering kita baca, khususnya di juz 30.

10 Pelajaran Tauhid dari Juz 30

1. QS. An-Naba’: 6

أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan?”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Allah yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia. Ini bukti kekuasaan dan penciptaan-Nya.

2. QS. An-Nazi’at: 27

أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ ۚ بَنَاهَا

“Apakah kalian yang lebih sulit penciptaannya atau langit? Allah-lah yang membangunnya.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Penciptaan langit yang agung menunjukkan kekuasaan Allah atas seluruh makhluk.

3. QS. ‘Abasa: 18–19

مِنْ أَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۝ مِنْ نُطْفَةٍ خَلَقَهُ فَقَدَّرَهُ

“Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Allah menjelaskan proses penciptaan manusia, penentuan takdirnya, kehidupannya, kematiannya, dan kebangkitannya kembali.

4. QS. ‘Abasa: 25–26

أَنَّا صَبَبْنَا الْمَاءَ صَبًّا ۝ ثُمَّ شَقَقْنَا الْأَرْضَ شَقًّا

“Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air dengan deras. Lalu Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Allah menurunkan hujan dan menumbuhkan tanaman sebagai nikmat bagi manusia dan hewan ternak.

5. QS. Al-Infithar: 7

الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ

“Yang menciptakanmu lalu menyempurnakan penciptaanmu dan menjadikanmu seimbang.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sempurna dan seimbang.

6. QS. Al-Muthaffifin: 12

وَمَا يُكَذِّبُ بِهِ إِلَّا كُلُّ مُعْتَدٍ أَثِيمٍ

“Dan tidak ada yang mendustakannya kecuali setiap orang yang melampaui batas lagi banyak dosa.”

Tauhid Uluhiyyah

Penjelasan: Mendustakan hari kiamat berarti enggan tunduk dan beribadah kepada Allah.

7. QS. Al-Buruj: 8

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena mereka beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”

Tauhid Uluhiyyah

Penjelasan: Kisah Ashabul Ukhdud menunjukkan bahwa mengesakan Allah adalah inti keimanan meski harus menghadapi ujian.

8. QS. Ath-Thariq: 5–6

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ ۝ خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ

“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa ia diciptakan. Ia diciptakan dari air yang terpancar.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Penciptaan manusia dari sesuatu yang lemah menunjukkan kekuasaan Allah.

9. QS. Ath-Thariq: 8–9

إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ ۝ يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ

“Sesungguhnya Dia benar-benar mampu mengembalikannya. Pada hari ketika segala rahasia ditampakkan.”

Tauhid Rububiyyah

Penjelasan: Allah mampu membangkitkan manusia kembali pada hari kiamat.

10. QS. Al-A’la: 1–2

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى ۝ الَّذِي خَلَقَ فَسَوَّى

“Sucikanlah nama Rabb-mu Yang Maha Tinggi. Yang menciptakan dan menyempurnakan.”

Tauhid Asma’ wa Sifat

Penjelasan: Allah memiliki sifat Maha Tinggi dan Maha Sempurna. Perintah untuk mensucikan-Nya menunjukkan kewajiban mengagungkan nama dan sifat-sifat-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar]

35 Quotes About Love dan Artinya

Review: All Creatures Great and Small by James Herriot