Review: 567 Fakta tentang MPASI – Meta Hanindita


Identitas Buku

Judul: 567 Fakta tentang MPASI

Penulis: dr. Meta Hanindita, Sp.A(K)
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit: 2019
Jumlah halaman: 160 halaman
Genre: Nonfiksi / Kesehatan Anak

Ulasan

Buku ini membahas berbagai pertanyaan seputar MPASI (Makanan Pendamping ASI), mulai dari waktu yang tepat untuk memulai, komposisi gizi yang ideal, hingga kesalahan-kesalahan umum yang sering terjadi dalam praktik pemberian makan bayi. Disusun dalam format ringkas berupa ratusan fakta, buku ini terasa praktis sekaligus padat informasi.


Sebagai orang tua, saya merasakan sendiri bagaimana fase MPASI sering kali dipenuhi kebingungan. Informasi begitu banyak beredar, tetapi tidak semuanya jelas sumbernya. Di sinilah buku ini terasa membantu. Dr. Meta menyampaikan penjelasan dengan sudut pandang medis dan berbasis evidence-based practice. Rekomendasi yang diberikan merujuk pada pedoman WHO dan jurnal ilmiah, sehingga pembaca tidak hanya menerima anjuran, tetapi juga memahami dasar ilmiahnya.


Ide besar yang saya tangkap dari buku ini adalah bahwa MPASI bukan sekadar tahap peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Fase ini merupakan periode penting yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, termasuk dalam pencegahan stunting dan pemenuhan kebutuhan gizi jangka panjang. Penekanan ini membuat saya melihat fase MPASI dengan lebih serius, bukan sekadar rutinitas harian.


Kelebihan buku ini terletak pada penyajiannya yang ringkas dan sistematis. Format poin-poin memudahkan pembaca mencari jawaban tanpa harus membaca dari awal hingga akhir. Bahasa yang digunakan juga sederhana dan komunikatif. Keberadaan tabel serta grafik yang bersumber dari WHO dan jurnal ilmiah semakin memperkuat kredibilitasnya.

Saya juga menyukai bagian ketika penulis menjelaskan kandungan zat gizi dalam bahan makanan tertentu beserta dampak kekurangan dan kelebihannya. Penjelasan sebab-akibat tersebut membuat saya lebih memahami alasan di balik setiap anjuran.

Membaca buku ini membuat saya merefleksikan pengalaman pribadi belasan tahun lalu. Pada anak pertama, saya sempat menerapkan pola MPASI yang saat itu banyak dianjurkan, seperti memulai dengan buah secara dominan dan memberikan menu tunggal dalam jangka waktu tertentu. Dalam perjalanannya, anak saya sempat mengalami konstipasi dan menjadi cukup pemilih terhadap makanan.

Pengalaman tersebut membuat saya mulai mengevaluasi pola yang digunakan, sehingga pada anak kedua saya sudah melakukan beberapa perbaikan dan lebih banyak belajar. Ketika anak ketiga memasuki fase MPASI pada tahun 2021 saya belajar banyak dari instagram  dr. Meta dan membaca buku-buku beliau. Saya memahami secara lebih utuh landasan ilmiah di balik komposisi gizi yang seimbang. Buku ini seperti melengkapi proses belajar yang sudah berjalan, sekaligus menegaskan bahwa evaluasi yang saya lakukan sebelumnya memang berada di arah yang lebih tepat.


Bagi saya, buku ini bukan hanya panduan teknis tentang MPASI. Ia juga menjadi pengingat bahwa proses menjadi orang tua selalu melibatkan belajar ulang dan mengevaluasi diri. Setiap orang tua tentu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Namun niat baik saja tidak cukup. Dibutuhkan kesediaan untuk terus mencari informasi yang valid dan memperbarui cara pandang.


Di bagian awal buku, dr. Meta mengutip pernyataan dari Gabriela Mistral:

Kita melakukan banyak kesalahan dan kekeliruan. Tetapi kejahatan terbesar kita adalah menelantarkan anak-anak, mengabaikan mata air kehidupan.

Banyak hal yang kita butuhkan bisa menunggu. Namun anak tidak.

Saat ini tulangnya sedang dibentuk, darahnya sedang diproduksi, dan indranya sedang berkembang.

Kepadanya kita tidak bisa menjawab, “Besok.” Yang ada hanyalah “Hari Ini.”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar]

35 Quotes About Love dan Artinya

Review: All Creatures Great and Small by James Herriot