Ringkasan: Tips Hidup Bahagia (2)
7. Melihat Orang yang Berada di Bawah, Bukan di Atas
Ada sebuah hadis yang menjelaskan hikmah dari sikap ini.
اُنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَلَّا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian (dalam urusan dunia), dan jangan melihat kepada orang yang berada di atas kalian. Hal itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” HR. Bukhari-Muslim
Seorang yang lebih banyak melihat ke "bawah" akan lebih mudah mensyukuri yang ia miliki dan terhindar dari rasa iri dan dengki.
8. Melupakan Penderitaan Masa Lalu yang Tidak Dapat Dihindari
Manusia tidak memiliki kuasa untuk mengubah masa lalu. Karena itu, seorang muslim tidak perlu terus memusatkan pikirannya pada keburukan atau kegagalan yang telah terjadi.
Yang perlu dilakukan adalah berikhtiar melakukan yang terbaik untuk masa depan, dan menyerahkan hasil akhirnya di dalam kehendak Allah.
Dengan sikap ini, jiwa akan lebih tenang da lebih mudah merasakan kebahagiaan.
9. Berdoa dengan Doa yang Dipanjatkan Rasulullah
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut:
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِيَ الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِيَ الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Artinya:
“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi penjaga urusanku. Perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku. Perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala keburukan.” HR. Muslim
Doa yang indah ini bisa menjadi pelipur lara di masa-masa yang berat jika dipanjatkan dengan sungguh-sungguh dan diresapi maknanya.
10. Memperkirakan Kemungkinan Terburuk dan Bersiap Menghadapinya
Kesiapan mental dalam menghadapi kemungkinan terburuk membuat seseorang lebih siap ketika ujian datang. Jika kesulitan itu benar-benar terjadi, goncangan yang dirasakan biasanya lebih ringan karena telah diprediksi sebelumnya.
Catatan peringkas: dari yang saya pahami, hal ini lebih kepada mempersiapkan alternatif solusi, semacam plan A, plan B, dan seterusnya. Bukan sekadar memikirkan kemungkinan buruk dan menyebabkan kepanikan tanpa usaha mencari jalan keluar.
11. Tidak Panik dan Larut dalam Ilusi
Terlalu sering membayangkan hal-hal yang tidak baik dapat menimbulkan kepanikan dan kegelisahan yang berlebihan. Kebiasaan ini tidak hanya memengaruhi ketenangan jiwa, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental bahkan fisik.
Betapa banyak jenis penyakit yang berawal dari overthinking, kemudian menjelma menjadi penyakit fisik.
12. Bertawakal kepada Allah
Setelah seseorang melakukan usaha yang ia mampu, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah, hatinya akan lebih tenang ketika menghadapi berbagai kejadian dalam hidup.
Hal ini karena ia yakin bahwa Allah akan mencukupi dan memberikan jalan keluar.
Allah berfirman:
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Artinya:
“Barang siapa bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya.” At-Talaq: 3
Bersambung.
Komentar
Posting Komentar