Ringkasan: Tips Hidup Bahagia (3)


13. Pandai Bergaul

Dalam berinteraksi dengan manusia, kita pasti menemui kekurangan orang lain, sebagaimana kita juga melihat kelebihannya. Dalam pergaulan, penting untuk lebih mengingat kebaikan seseorang daripada terus memusatkan perhatian pada kekurangannya. Dengan demikian, hubungan pertemanan dapat tetap terjalin dan komunikasi berjalan dengan baik.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا خُلُقًا آخَرَ

Artinya:

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah. Jika ia tidak menyukai satu sifat darinya, maka ia akan ridha dengan sifatnya yang lain." HR. Muslim.

14. Tidak Tenggelam dalam Kesedihan

Dasar kehidupan yang baik adalah hati yang tenang dan tenteram. Jika suatu saat ditimpa kesedihan, seorang muslim sebaiknya tidak larut terlalu lama dalam kegundahan, tetapi berusaha bangkit dan kembali menjalani kehidupannya dengan sabar dan berharap kepada Allah.

15. Membandingkan Kesulitan dan Kemudahan yang Didapat

Jika seseorang menghitung kembali berbagai nikmat yang Allah berikan, kemudian membandingkannya dengan kesulitan yang ia alami, ia akan menyadari bahwa nikmat Allah jauh lebih besar daripada ujian yang diberikan kepadanya.

Kesadaran ini membantu seseorang tetap bersyukur dan tidak mudah putus asa.

16. Perilaku Buruk Itu Merugikan Pelakunya

Ketika diperlakukan buruk oleh orang lain, baik melalui ucapan maupun perbuatan, ingatlah bahwa keburukan itu pada akhirnya akan merugikan pelakunya sendiri.

Karena itu, kezhaliman orang lain tidak perlu terlalu dibebankan dalam pikiran. Serahkan urusannya kepada Allah yang Maha Adil dalam memberi balasan.

17. Berpikir Positif

Seorang muslim hendaknya membiasakan diri untuk berpikir positif dan memusatkan pikirannya pada hal-hal yang bermanfaat bagi dunia maupun akhirat. Dengan cara ini, hati akan lebih tenang dan kehidupan terasa lebih ringan.

18. Tidak Mengharap Balasan Kecuali dari Allah

Seorang muslim sebaiknya tidak menggantungkan harapan pada pujian atau validasi manusia. Kebaikan yang dilakukan, termasuk kepada keluarga dan orang terdekat, hendaknya diniatkan semata-mata karena Allah.

Allah berfirman:

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

Artinya:

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih.” QS. Al-Insan: 9

19. Bersegera Melakukan Kebaikan yang Ada di Depan Mata

Ketika ada kesempatan melakukan kebaikan, sebaiknya tidak ditunda. 

20. Segera Menyelesaikan Masalah

Menunda penyelesaian masalah sering kali hanya membuatnya semakin menumpuk dan terasa lebih berat. Jika memungkinkan, sebaiknya masalah segera dihadapi dan diselesaikan agar tidak menjadi beban yang berkepanjangan.

21. Memprioritaskan Hal yang Penting dan Disukai

Seseorang sebaiknya memprioritaskan hal-hal yang penting dalam kehidupannya, serta mengerjakan sesuatu yang memang ia sukai dan memiliki minat di dalamnya.

Ketika seseorang melakukan sesuatu dengan minat dan kesadaran akan pentingnya hal tersebut, ia tidak mudah merasa bosan dan lebih mampu menyelesaikannya dengan baik.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Kata-Kata Bahasa Arab Sedih dan Artinya [+Gambar]

35 Quotes About Love dan Artinya

Review: All Creatures Great and Small by James Herriot